Mudik dan Asmaul Husna?
Kemarin tanggal 11 November 2005. Saya kembali ke Bandung setelah 2 minggu menghabiskan masa liburan bersama keluarga di Solo/
Seperti tahun sebelumnya saya mudik menggunakan bis umum. Ada hal penting yang mendorong saya sharing perjalanan mudik tahun ini.
Dalam perjalanan sebagian besar waktu saya habiskan untuk tidur sebab tidak ada aktivitas menarik lainnya yang saya lakukan, tiba2 saya terbangun dan saya lihat semua penumpang sedang lelap2nya tertidur. Tak sengaja mata saya memandang ke arah depan. Terpampang dengan jelas papan penujuk jalan. Arah kanan menuju Cirebon dan kiri menuju Bandung dan Jakarta. Kemudian saya sadari bahwa saya sudah sampai di Cirebon.
Bis yang saya tumpangi melanjutkan perjalanan menuju Bandung sesaat kemudian saya melihat kedepan dari jauh tampak tulisan arab dan artinya di bawahnya setelah semakin dekat saya baca tulisan itu. Terbaca tulisan As Shomad dan di bawahnya terdapat tulisan Tuhan Tempat Bergantung,
Kemudian saya sadari bahwa papan yang terpampang layaknya iklan rokok yang terdapat di pembatas jalan antara lajur kanan dan kiri itu adalah papan2 yang berisi Asmaul Husna. Saya sangat kaget karena tidak terbayang sebelumnya. Saya kurang tahu apakah jumlahnya 99 atau kurang tetapi yang saya tahu jumlahnya lebih dari 30 buah.
Ternyata masih ada yang peduli dengan para pengguana jalan. Sehingga di tengah kemacetan lalulintas ataupun kepenatan perjalanan jauh, para pengguna diingatkan untuk selalu mengingat dan mengagungkan nama Nya. Semoga Allah membalas apa yang telah dilakukan oleh pemda Cirebon dengan balasan yang lebih baik dan lebih banyak. Saya berharap semoga hal ini dapat dicontoh oleh pemda2 lain di Indonesia
Seperti tahun sebelumnya saya mudik menggunakan bis umum. Ada hal penting yang mendorong saya sharing perjalanan mudik tahun ini.
Dalam perjalanan sebagian besar waktu saya habiskan untuk tidur sebab tidak ada aktivitas menarik lainnya yang saya lakukan, tiba2 saya terbangun dan saya lihat semua penumpang sedang lelap2nya tertidur. Tak sengaja mata saya memandang ke arah depan. Terpampang dengan jelas papan penujuk jalan. Arah kanan menuju Cirebon dan kiri menuju Bandung dan Jakarta. Kemudian saya sadari bahwa saya sudah sampai di Cirebon.
Bis yang saya tumpangi melanjutkan perjalanan menuju Bandung sesaat kemudian saya melihat kedepan dari jauh tampak tulisan arab dan artinya di bawahnya setelah semakin dekat saya baca tulisan itu. Terbaca tulisan As Shomad dan di bawahnya terdapat tulisan Tuhan Tempat Bergantung,
Kemudian saya sadari bahwa papan yang terpampang layaknya iklan rokok yang terdapat di pembatas jalan antara lajur kanan dan kiri itu adalah papan2 yang berisi Asmaul Husna. Saya sangat kaget karena tidak terbayang sebelumnya. Saya kurang tahu apakah jumlahnya 99 atau kurang tetapi yang saya tahu jumlahnya lebih dari 30 buah.
Ternyata masih ada yang peduli dengan para pengguana jalan. Sehingga di tengah kemacetan lalulintas ataupun kepenatan perjalanan jauh, para pengguna diingatkan untuk selalu mengingat dan mengagungkan nama Nya. Semoga Allah membalas apa yang telah dilakukan oleh pemda Cirebon dengan balasan yang lebih baik dan lebih banyak. Saya berharap semoga hal ini dapat dicontoh oleh pemda2 lain di Indonesia

