Not A Hello World ! Blog ®

Wednesday, December 28, 2005

Dunia Remaja

Memang dunia remaja sudah separah ini ya?. Ya pertanyaan itu terlontar setelah menyaksikan beberapa acara di teve-teve swasta di Indonesia yang kebetulan bertemakan remaja, kalaupun benar dan memang terjadi di kehidupan kita, apa perlu sih diexpose dalam acara di televisi.

1. Inikah Rasanya

Kalau tidak salah judulnya seperti itu dan ditayangkan di SCTV waktu penayanganya..em kapan ya?. Kebetulan waktu lebaran hari ke 2, jam 1 siang acara tsb pernah diputer. Dan kebetulan (kebetulan ga ya? :p) saya juga melihat..eh ternyata parah juga isinya. Padahal tokoh2 di dalam sinetron itu dikisahkan masih duduk di bangku SMP, kalau saya bandingkan dengan sinitron yang lain yg pernah saya lihat, ini adalah yang paling parah, komentar juga datang dari bapak saya "Sinetron sing lakone cah SMP sing dw brenggos kuwi to..ora mendidik, yo kuwi sing nyebabne cah2 saiki dadi nakal".

2. Metro kampus

Acara yang ditanyankan oleh MetroTV setiap hari jam 5 ini juga sering saya ikuti, tapi baru-baru ini kebanyakan temanya tidak nyambung dengan judulnya. "Harta Gono-Gini" ya seperti itu salah satu tema yang membuat saya tercengang. Setelah saya ikuti ternyata harta gono-gini merupakan istilah bagi pasangan (ce&co tentunya...) yang telah berpisah tetapi selama berhubungan mereka mengumpulkan hartanya menjadi satu layaknya pasangan suami istri, sehingga waktu berpisah bingung dalam membaginya.

Apakah hal ini layak dipertontonkan untuk dunia kampus? Apakan tidak ada acara lain yang lebih positif. Kalau boleh usul seharusnya Metro Kampus diganti aja judulnya menjadi "Fenomena versi Kampus".

Hari berikutnya Metro Kampus kembali mengusung tema Arisan atau apalah ga ngikuti sih.

Komentar juga datang dari teman kost"Metro Kampus menciptakan persepsi bahwa yang namanya kreativitas di kampus ini cuma yang bisa olahraga sama musik".

Tuesday, December 27, 2005

Urgensi Dakwah

Dakwah mengajak ke jalan Allah dan memerintahkan perbuatan baik dan mencegah kemungkaran merupakan kewajiban setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini sangat jelas dalam AlQuran dan Sunnah dan pendapat-pendapat para ulama.

Dan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
"Artinya : Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman."HR. Muslim dalam Al-Iman (49).

Diantara syarat-syarat seorang pendai:

1. Menjadi orang yang lebih dahulu melakukan apa yang diserukannya dan menjadi orang yang
paling dahulu menjauhi apa yang dilarangnya, sehingga ia tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang dicela Allah SWT dalam firman-Nya

"Artinya : Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat) Maka tidakkah kamu berpikir." [Al-Baqarah: 44]

Dan firmanNya.

"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan." [Ash-Shaf: 2-3].


Tidak seperti lilin yang berusaha menerangi keadaan disekitarnya namun ia sendiri terbakar.

2. Mempelajai apa yang akan diserunya sampai yakin benar bahwa masalah tersebut baik atau mungkar berdasarkan dalil syar'i sehingga dengan demikian pengingkaran mereka itu berdasarkan hujjah yang nyata, hal ini berdasarkan firman Allah

"Katakanlah: 'Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik." [Yusuf: 108].

3. Dilakukan dengan cara yang halus, tutur kata dan sikap yang baik agar mereka bisa menerima sehingga lebih banyak berbuat baik daripada kerusakan, hal ini berdasarkan firman Allah

"Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik." [An-Nahl: 125]

Dan firmanNya.
"Artinya : Disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. " [Ali Imran: 159]

Serta sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Barangsiapa tidak terdapat kelembutan padanya, maka tidak ada kebaikan padanya."[1]

Dan sabdanya.
"Artinya : Tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu kecuali akan mem-perindahnya, dan tidaklah (kelembutan) itu tercabut dari sesuatu kecuali akan memburukkannya."[2]

Serta berdasarkan hadits-hadits shahih lainnya.

4. Mengambil pemahaman tentang Islam secara benar

Dakwah mengajak kepada tauhid dan menetapkan tauhid didalam hati manusia mengharuskan kita tidak melewati ayat-ayat tanpa perincian sebagaimana pada masa-masa awal. Demikian itu karena:

a. Mereka memahami ungkapan-ungkapan bahasa arab dengan mudah

b. Ketika itu tidak ada penyimpangan dalam hal aqidah yang muncul dari ilmu

filsafat dan ilmu kalam yang bertentangan dengan aqidah yang lurus. Kondisi kita pada saat ini berbeda dengan kondisi kaum muslimin pada masa-masa awal. Maka kita tidak boleh menganggap bahwa dakwah mengajak kepada aqidah yang benar pada masa ini adalah mudah seperti keadaan masa-masa awal.

/* artikel tugas AAEI */

Wednesday, December 14, 2005

Listrik Perbulan Rp.45.000-

Ya rata2 sebesar itulah rekening listrik per bulan yang harus dibayar oleh setiap orang di tempat kosku. Padahal disana ada 8 orang, belum lagi ada ibu kost dengan 2 orang anaknya. Sehingga bila ditotal kira2 Rp.400.000,00 yang harus kami setor kepada PLN setiap bulannya.
Setiap kamar dilengkapi dengan sebuah PC dengan speaker simbada yang hampir tidak pernah padam, sehingga wajar saja bila rekening listrik yang harus dibayar membumbung tinggi. Setiap tugas kuliah pasti memakai komputer, paling tidak mengerjakan tugas dengan mendengarkan winamp maksudnya :p. Bahkan tidurpun harus dininabobokan dengan winamp versi 5.08. Belum lagi hiburan, hampir tidak ada lagi permainan / game yang tidak menggunakan komputer. Nggak nyaman kaya'nya ada di kost tanpa menghidupkan komputer.
Komputer memang telah merubah kehidupan ku terutama uang jajanku.

Kota Pelajar?

Mungkin tidak asing lagi frase kata diatas, ya benar kata diatas biasa ditujukan kepada sebuah kota yang terkenal dengan pendidikannya, terutama perguruan tinggi yang bercokol di sana.

Menurut definisi diatas ada beberapa kota yang dapat digolongkan menjadi kota pelajar. Jogja, Bandung, Jakarta, & Surabaya. Ya mungkin kota2 tersebut termasuk di dalamnya, namun yang paling menonjol adalah Jogja.

Ada fenomena penting tentang kota2 tsb, seharusnya kota pelajar menjadi gudangnya para golongan terpelajar sehingga berkembang budaya "yang terpelajar" di kota2 tsb. Namun kenyataanya lain. Kota2 tsb terkenal dengan dekandesi moralnya yang yang malah sebagian besar pelakunya adalah golongan terpelajar (itu kalau setiap orang yang mengecap pendidikan tinggi dapat kita masukkan sbg golongan terpelajar). Seharusnya dengan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin tinggi pula tingkat penalarannya. Lalu apa ada yang salah dengan pendidikan tinggi di Indonesia?.