Dunia Remaja
Memang dunia remaja sudah separah ini ya?. Ya pertanyaan itu terlontar setelah menyaksikan beberapa acara di teve-teve swasta di Indonesia yang kebetulan bertemakan remaja, kalaupun benar dan memang terjadi di kehidupan kita, apa perlu sih diexpose dalam acara di televisi.
1. Inikah Rasanya
Kalau tidak salah judulnya seperti itu dan ditayangkan di SCTV waktu penayanganya..em kapan ya?. Kebetulan waktu lebaran hari ke 2, jam 1 siang acara tsb pernah diputer. Dan kebetulan (kebetulan ga ya? :p) saya juga melihat..eh ternyata parah juga isinya. Padahal tokoh2 di dalam sinetron itu dikisahkan masih duduk di bangku SMP, kalau saya bandingkan dengan sinitron yang lain yg pernah saya lihat, ini adalah yang paling parah, komentar juga datang dari bapak saya "Sinetron sing lakone cah SMP sing dw brenggos kuwi to..ora mendidik, yo kuwi sing nyebabne cah2 saiki dadi nakal".
2. Metro kampus
Acara yang ditanyankan oleh MetroTV setiap hari jam 5 ini juga sering saya ikuti, tapi baru-baru ini kebanyakan temanya tidak nyambung dengan judulnya. "Harta Gono-Gini" ya seperti itu salah satu tema yang membuat saya tercengang. Setelah saya ikuti ternyata harta gono-gini merupakan istilah bagi pasangan (ce&co tentunya...) yang telah berpisah tetapi selama berhubungan mereka mengumpulkan hartanya menjadi satu layaknya pasangan suami istri, sehingga waktu berpisah bingung dalam membaginya.
Apakah hal ini layak dipertontonkan untuk dunia kampus? Apakan tidak ada acara lain yang lebih positif. Kalau boleh usul seharusnya Metro Kampus diganti aja judulnya menjadi "Fenomena versi Kampus".
Hari berikutnya Metro Kampus kembali mengusung tema Arisan atau apalah ga ngikuti sih.
Komentar juga datang dari teman kost"Metro Kampus menciptakan persepsi bahwa yang namanya kreativitas di kampus ini cuma yang bisa olahraga sama musik".
1. Inikah Rasanya
Kalau tidak salah judulnya seperti itu dan ditayangkan di SCTV waktu penayanganya..em kapan ya?. Kebetulan waktu lebaran hari ke 2, jam 1 siang acara tsb pernah diputer. Dan kebetulan (kebetulan ga ya? :p) saya juga melihat..eh ternyata parah juga isinya. Padahal tokoh2 di dalam sinetron itu dikisahkan masih duduk di bangku SMP, kalau saya bandingkan dengan sinitron yang lain yg pernah saya lihat, ini adalah yang paling parah, komentar juga datang dari bapak saya "Sinetron sing lakone cah SMP sing dw brenggos kuwi to..ora mendidik, yo kuwi sing nyebabne cah2 saiki dadi nakal".
2. Metro kampus
Acara yang ditanyankan oleh MetroTV setiap hari jam 5 ini juga sering saya ikuti, tapi baru-baru ini kebanyakan temanya tidak nyambung dengan judulnya. "Harta Gono-Gini" ya seperti itu salah satu tema yang membuat saya tercengang. Setelah saya ikuti ternyata harta gono-gini merupakan istilah bagi pasangan (ce&co tentunya...) yang telah berpisah tetapi selama berhubungan mereka mengumpulkan hartanya menjadi satu layaknya pasangan suami istri, sehingga waktu berpisah bingung dalam membaginya.
Apakah hal ini layak dipertontonkan untuk dunia kampus? Apakan tidak ada acara lain yang lebih positif. Kalau boleh usul seharusnya Metro Kampus diganti aja judulnya menjadi "Fenomena versi Kampus".
Hari berikutnya Metro Kampus kembali mengusung tema Arisan atau apalah ga ngikuti sih.
Komentar juga datang dari teman kost"Metro Kampus menciptakan persepsi bahwa yang namanya kreativitas di kampus ini cuma yang bisa olahraga sama musik".

