Not A Hello World ! Blog ®

Monday, March 20, 2006

Watching Dorama

Last weekend i spent my time to watch a dorama, my friend recomended me to watch this. At first watching the first episode, i interested with the story, therfore i followed the story until the end in 11 episode.
This dorama based on the true story about a girl that struggle againts her incurable disease. Although she known that she has an incurable desease she has never give up to face it, and always tried to do many things to help another people.
A lot of lesson we can take from this story. We, as a healty people, have more chance to do what that girl have done, but have we do it?. The most valuable thing in out life is healthy, but we stil often neglect to take care and thank God for our healthy.
I hope this story will motivate our self to do the best in our short life.

Aam Amiruddin in Salman

This morning after had 2 periods course, i went out to get breakfast. In my way i heard from Salman, there was a sermon. Then i realized It was Aam Amirudin that gove the speech. Immediately i've entered Salman and joined with the other Jamaah.
In his speech Aam gove 5 advice to motivate us to improve our ethos.
1. Systematic
To reach out goal we have to plan it in a systematic method
2. Step by step
Whatever we want to be. We must step by step to reach it. Nothing coming instanly. Out live is a process.
3. Love
We must love our job. To reach our goal, love is important. Without it we always feel bored. He gave an ex : To watch a football match we have to wake up at 3 am. It proved how deep we love football. But how deep out love to Allah? Have we often woke up at 3 am to upright "Tahajud"?
4. Pray
Praying is moslem's gun. Nothing is imposible with praying.
5. Patient & Thank God whatever happened in out life.

Thursday, March 09, 2006

Seminar, Minggu 5 Maret

Hari minggu kemarin aku ikut seminar, yang bisa dibilang mungkin seminar yang paling berkesan, selain pembicaranya isinya pun bisa dibilang berbobot.
Seminar dimulai pukul 09.00.
Seminar yang diadakan oleh Brigade Ganesha, Departemen PSDM, KM ITB tersebut dibagi menjadi tiga sesi:
1. ITB, Manusia ITB, dan Indonesia
Sesi pertama tersebut rencananya akan diisi oleh tiga narasumber, namun Sarwono Kusumaatmaja berhalangan hadir.
a. Cardian HIS (penulis ITB, manusia ITB dan Indonesia)
Beliau banyak bercerita tentang ITB yang pernah menjadi universitas terbaik di Asia di era 70an, bagaimana ITB begitu disegani oleh warga negara lain.
b. Budiono Kartohadiprojo (Pemred Gatra)
Beliau lebih banyak bercerita tentan bagaimana kisah-kisahnya di ITB. Bagaimana ia mulai merintis karier dan bagaimana keadaan ITB di era 70an.
2. Membagun Idealisme, kredibilitas dan kepemimpinan di dunia pascakampus
Sesi kedua ini menghadirkan tiga narasumber:
a. Sunggu Aritonang (Dirut PT PLN)
Lebih banyak bercerita tentang bagaimana menjadi pejabat yang mengurusi listrik negara dan Bagaimana harus mensikapi masyarakat yang boleh dibilang sudah tidak mempunyai kepercayaan lagi terhadap PLN.
b. Lendo Novo (Staf Ahli Menteri BUMN)
Beliau sedikit mengutip pernyataan dari rektor (Prof.Ir. G Klopper ME ) yang mewisuda insinyur pribumi pertama Technische Hoogeschool Bandung, Ir. Soekarno, "Insinyur Soekarno, ijasah ini dapat robek dan hancur menjadi abu suatu saat. Ia tidak kekal. Ingatlah, bahwa satu-satunya kekuatan yang bisa hidup terus dan kekal adalah karakter dari seseorang. Ia akan tetap hidup dalam hati rakyat, sekalipun sudah mati". Begitulah kira-kira kutipannya. Dia juga banyak bercerita bagaimana dulu "benar-benar" memperjuangkan nasib rakyat.
c. Hotasi Nababan (Dirut PT Merpati Nusantara Airlines)
"Kampus harusnya merupakan tempat dimana kita membentuk karakter, bukan hanya sebagai sarana transformasi ilmu". Begitulah kira-kira apa yang disampaikannya. Dia juga menceritakan bagaimana perjuangan dan pengalamannya dulu semasa kuliah. Ketika mangungkapkan pendapat tentang idealisme, dia berpendapat bahwa semua itu adalah pilihan dan beliau tidak mau dikatakan idealis karena dia telah memilih apa yang terbaik bagi dirinya.
Ketika menjawab pertanyaan mengenai kepempinan beliau hanya berpesan "to be a good leader, you have to be a good follower".
3. Tantangan dan Peluang bagi ITB dalam Mengaktualisasikan posisi di Indonesia
Sesi terakhir diisi oleh "duet maut" penguasa telekomunikasi Indonesia
a. Hasnul Suhaini (Dirut PT Indosat)
Memberikan berbagai tips dalam menghadapi peluang dan tantangan di Indonesia yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa ITB.
b. Rinaldi (Dirut PT Telkom)