Not A Hello World ! Blog ®

Wednesday, March 28, 2007

Ashar at Al Mi'roj

This afternoon, as usual I went to Masjid for doing afternoon praying (Ashar), and as usual the jemaah together do this. Not just in this time I met a toys seller that do this too, after that I thought why this kinds of people who always try to perform ‘salat’ at the precise time. I said not just at this time because I often meet this kind of people. In my heart, I ask what succeed persons, who have given lucky position than this kind of people, would do if they have been on this situation. I don’t justify that they would not go to Masjid, but I seldom met this previous kind of people when I perform praying in masjid.

After that when I started to perform Ashar I realize what a lucky person we are compared with this kind of people. How much money they gained after a full day goes around from one place to another place to sell their item, such as toys, shoes, traditional food etc. But one thing, they always thank to God for all livelihood He gives.

Kembali ke Java

Semester IV ini mengharuskan back to java. Terlalu banyak hal yang harus dikerjakan memakai java. Akhirnya dipaksa belajar JSP, Servlet and Java Bean atau lebih dikenal dengan J2EE. Ternyata belajar java tidak gampang. Harga yang harus dibayar berupa kebingungan senantiasa menyelimuti (maklum masih newbie di dunia Java yang sebenarnya nih…) lebih sopannya dikenal dengan Investasi mungkin. Lama-kelamaan mulai mengenal MVC, istilah apa lagi tuh…Kalo di pemerintahan mungkin dikenal denga Trias Politika. Dimana setiap komponen memiliki tanggung jawabnya masing-masing..Controller==Yudikatif, Viewer==Legislatif and Modeler=Presiden kali aja sih…Apa terbalik-balik ya…Ga juga sih soalnpya di MVC perubahan di satu komponen tidak akan memengaruhi bagian lain sedangkan di Trias politika tidak demikian, Presiden akan mempengaruhi siapa saja yang akan menguasai legislative di musim depannya Semakin lama menggiring ke Struts.

Kembali Nulis

Dah lama nggak nulis lagi nih, maklum lagi repot ngurusi n kuliah and tugas-tugasnya yang seolah-olah ga pernah selesai. Bingung mau nulis apa ya? Ada ide ga?. Ehm apa ya….Gini aja deh, beberapa jumat yang lalu pas jumatan di Salman ada ‘selentingan’ yang dalem and nyasar tepat di ‘pulung ati’. Kayak tembakan bunuh diri Mr. Baneth, bapaknya Claire, di serial Heroes. Tapi ternyata cuma berpura-pura untuk mengelabuhi Claire, jadinya Mr Baneth ga jadi mati deh.

Udah, lanjut gini nih ceritanya, bila ada seorang guru yang kewajibannya mengajar murid-muridnya tentu ia mengajar dengan cara yang baik, baik secara tutur kata maupun sikap. Hanya tindakan-tindakan keterlaluan yang dilakukan oleh sang murid (tentunya tindakan yang melanggar ketentuan yang berlaku atau tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang murid) yang memaksa sang guru untuk mendidik atau memperingatkan sang murid dengan cara-cara yang tidak biasa bisa berupa pukulan atau tutur kata yang agak kasar. Teringat dengan seorang dosen wali ku di IF, bila mahasiswa-masiswa ribut dan tidak ada cara untuk mengingatkan, maka ia memukul meja / marah dengan nada keras dan dengan begitu anak-anak langsung pada diem. Setelah itu ia mengatakan bahwa cara ini biasa ia lalukan bila ia susah mengatur anjingnya di rumah. Tahu nggak maksudnya? Agak sakit hati juga sih…

Nah dari sepenggal kisah diatas sang khotib mengatakan bahwa apakah sudah separah inikah hubungan kita dengan Tuhan Penguasa Alam semesta. Apakah permasalahan kita maksudnya kesalahan –kesalahan kita sudah tidak bisa dikomunikasikan antara kita dengan Tuhan? Apakah hanya hukuman saja yang bisa membuat kita jera dan mengembalikan kita ke jalan yang benar? Apakah cara-cara yang baik belum bisa menyadarkan kiat? Apakah kita terlalu bengal sehingga harus diingatkan dengan hukuman? Silakan dipikirkan sendiri-sendiri… Semoga komunikasi yang lebih baik dapat kita lakukan terapkan tanpa harus dengan hukuman. Amien.