Not A Hello World ! Blog ®

Friday, May 18, 2007

On Rails

Beberapa minggu yang lalu dapet pertanyaan dari temen apakah bisa Ruby On Rails (biasa disebut Rails atau ROR). Dan pastinya jawaban saya mudah saja ditebak, tidak bisa. Bahasa Ruby memang pernah denger namun cuma sekedar denger saja ga lebih dari itu. Kata temenku itu, Ruby masa depannya cerah, belum banyak developer di Indonesia yang pake Ruby, akhirnya terpancing juga untuk menggali info mengenai Ruby khusunsya ROR.
Tapi yang bikin saya heran, setelah itu, hari-hari saya diwarnai dengan info mengenai Ruby yang memantapkan berita yang dibawa oleh temen saya tersebut, Netbeans 6.0 tiba-tiba datang dan sudah support Ruby dan Rails. Di JUG juga ada yang posting mengenai Ruby. Tadi sore, ketemu artikel menarik dari computerworld tentang Top 5 Technologies for 2007 dan pada daftar nomer satunya adalah Rails. Wah tampaknya semakin memancing untuk nyobain RoR. Saat nyobain Netbeans 6.0 sekalian bikin aplikasi rails yang sudah ada tutorialnya dari netbean. Judulnya bikin blog dalam 10 menit dengan netbeans. Setelah dicoba ternyate memang bener-bener 10 menit dan bisa dikatakan tanpa nulis kode, dengan memakai scaffold.

Blogspot

Buka browser, masuk ke blogsearchnya Google, dan masukkan 'frasenya', maka akan didapati ribuan blog-blog yang memuat gambar maupun info yang berbau pornografi, ya tampaknya sekarang ini penggemar pornografi telah ikut-ikutan juga ngeblog namun hanya untuk ngupload informasi sampah.

Lalu apakah penyedia blog gratis seperti Blogger, Wordpress dll harus dblok? Akhirnya salah satu dampak buruk blog mengemuka. Sekarang ini sangat mudah mengakses hal ini, sebagai contoh di kampus ITB, walaupun situs-situs yang aneh-aneh sudah diblok bisa saja memakai fasilitas yang disediakan oleh Google ini salah satunya blogger...

Wednesday, March 28, 2007

Ashar at Al Mi'roj

This afternoon, as usual I went to Masjid for doing afternoon praying (Ashar), and as usual the jemaah together do this. Not just in this time I met a toys seller that do this too, after that I thought why this kinds of people who always try to perform ‘salat’ at the precise time. I said not just at this time because I often meet this kind of people. In my heart, I ask what succeed persons, who have given lucky position than this kind of people, would do if they have been on this situation. I don’t justify that they would not go to Masjid, but I seldom met this previous kind of people when I perform praying in masjid.

After that when I started to perform Ashar I realize what a lucky person we are compared with this kind of people. How much money they gained after a full day goes around from one place to another place to sell their item, such as toys, shoes, traditional food etc. But one thing, they always thank to God for all livelihood He gives.

Kembali ke Java

Semester IV ini mengharuskan back to java. Terlalu banyak hal yang harus dikerjakan memakai java. Akhirnya dipaksa belajar JSP, Servlet and Java Bean atau lebih dikenal dengan J2EE. Ternyata belajar java tidak gampang. Harga yang harus dibayar berupa kebingungan senantiasa menyelimuti (maklum masih newbie di dunia Java yang sebenarnya nih…) lebih sopannya dikenal dengan Investasi mungkin. Lama-kelamaan mulai mengenal MVC, istilah apa lagi tuh…Kalo di pemerintahan mungkin dikenal denga Trias Politika. Dimana setiap komponen memiliki tanggung jawabnya masing-masing..Controller==Yudikatif, Viewer==Legislatif and Modeler=Presiden kali aja sih…Apa terbalik-balik ya…Ga juga sih soalnpya di MVC perubahan di satu komponen tidak akan memengaruhi bagian lain sedangkan di Trias politika tidak demikian, Presiden akan mempengaruhi siapa saja yang akan menguasai legislative di musim depannya Semakin lama menggiring ke Struts.

Kembali Nulis

Dah lama nggak nulis lagi nih, maklum lagi repot ngurusi n kuliah and tugas-tugasnya yang seolah-olah ga pernah selesai. Bingung mau nulis apa ya? Ada ide ga?. Ehm apa ya….Gini aja deh, beberapa jumat yang lalu pas jumatan di Salman ada ‘selentingan’ yang dalem and nyasar tepat di ‘pulung ati’. Kayak tembakan bunuh diri Mr. Baneth, bapaknya Claire, di serial Heroes. Tapi ternyata cuma berpura-pura untuk mengelabuhi Claire, jadinya Mr Baneth ga jadi mati deh.

Udah, lanjut gini nih ceritanya, bila ada seorang guru yang kewajibannya mengajar murid-muridnya tentu ia mengajar dengan cara yang baik, baik secara tutur kata maupun sikap. Hanya tindakan-tindakan keterlaluan yang dilakukan oleh sang murid (tentunya tindakan yang melanggar ketentuan yang berlaku atau tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang murid) yang memaksa sang guru untuk mendidik atau memperingatkan sang murid dengan cara-cara yang tidak biasa bisa berupa pukulan atau tutur kata yang agak kasar. Teringat dengan seorang dosen wali ku di IF, bila mahasiswa-masiswa ribut dan tidak ada cara untuk mengingatkan, maka ia memukul meja / marah dengan nada keras dan dengan begitu anak-anak langsung pada diem. Setelah itu ia mengatakan bahwa cara ini biasa ia lalukan bila ia susah mengatur anjingnya di rumah. Tahu nggak maksudnya? Agak sakit hati juga sih…

Nah dari sepenggal kisah diatas sang khotib mengatakan bahwa apakah sudah separah inikah hubungan kita dengan Tuhan Penguasa Alam semesta. Apakah permasalahan kita maksudnya kesalahan –kesalahan kita sudah tidak bisa dikomunikasikan antara kita dengan Tuhan? Apakah hanya hukuman saja yang bisa membuat kita jera dan mengembalikan kita ke jalan yang benar? Apakah cara-cara yang baik belum bisa menyadarkan kiat? Apakah kita terlalu bengal sehingga harus diingatkan dengan hukuman? Silakan dipikirkan sendiri-sendiri… Semoga komunikasi yang lebih baik dapat kita lakukan terapkan tanpa harus dengan hukuman. Amien.

Tuesday, January 02, 2007

Kekalahan Budaya

Ya, kata diatas tampaknya pantas bila ditujukan kepada umat Islam di negeri tercinta ini. Sekali lagi, dan mungkin akan berkali-kali lagi kedepannya kita kalah. Gaung Idul Adha, satu dari dua hari raya umat Islam yang seharusnya dirayakan dengan suka cita, kalah dengan gaung gemerlapnya perayaan tahun baru yang entah dari mana budaya tersebut berasal. Kalaupun tampak suasana Idul Adha itupun mungkin hanya karena kepulan asap sate dari rumah-rumah penduduk yang menambah kadar zat sisa pembakaran di atmosfer planet tercinta ini.

Pengakuan kekalahan yang lain dijumpai pula dalam perbedaan penentuan hari raya idul qurban seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan alasan yang sama ”setiap pendapat memiliki dasar yang kuat”, kalaupun alasan itu yang dipakai mungkin masih bisa diterima, tapi bagaimana jika sebenarnya motif ego dalam setiap pribadi atau motif merasa paling benar sendiri atau merasa tidak mau kalah dengan pendapat orang lain yang dipakai, semakin babak belur kondisi umat Islam negeri tercinta ini.
Gemerlap tahun baru mengalahkan segalanya, semakin lama semakin santer saja peringatannya, cukup mudah menandainya : pemasok terompet kewalahan menghadapi pesanan, alasan sederhana tersebut sudah cukup jelas daripada harus menganalisis peningkatan jumlah kemacetan jalan yang terjadi atau membludaknya jumlah pengunjung hiburan malam pada malam pergantian tahun ini.

Lalu apa yang dilakukan umat Islam ?, sebagain ada yang berusaha mengimbanginya dengan melakukan malam muhasabah, melakukan introspeksi apa saja yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Sebagian lagi menjadi saksi gemerlabnya pergantian tahun yang disuguhkan oleh acara-acara televisi. Pengakuan kekalahan budaya juga, dalam kondisi yang tersamarkan, tetapi setidak-tidaknya lebih ada nilai positifnya.

Sunday, December 17, 2006

Cont

Ada satu lagi penggalan kalimat yang cukup menyentuh saya
"Dalam kondisi sekarang ini jadilah seperti ikan di laut, meskipun berada di air asin tubuh ikan tersebut
tidak terasa asin".
Memang sulit bagaimana kita bersikap menghadapi lingkungan yang senantiasa 'asin' dan siap masuk
ke tubuh kita, bila kita tidak memiliki suatu sistem / mekanisme yang kuat untuk mencegah air asin
tersebut masuk ke dalam tubuh kita.

Media

Setelah kurang lebih satu bulan mentoring tidak berjalan, kemarin Mas Hajam, bisa ngadaian mentoring lagi
dalam pertemuan kemarin banyak hal menarik yang dibicarakan.
Tidak kalah dengan acara berita atau gosip di TV, kemarin juga dibicarakan dua kisah ter-hot pilihan
pemirsa dalam satu bulan terakhir. Apalagi kalo bukan skandal perselingkungan YZ dan ME, dan tentunya
poligami yang dilakukan oleh dai kondang Indonesia, Aa Gym.
Untuk permasalahan pertama sebagai orang yang belum gila, tentu kita akan merespon bahwa tindakan tersebut
adalah tindakan yang amat sangat tidak bermoral. Serorang aggota DPR, sosok pemimpin yang harusnya menjadi
panutan bagi rakyat malah melakukan tindakan yang tidak beradab. Tapi respon yang dilakukan media sangat
berbeda dengan apa yang seharusnya, media berusaha mengarahkan agar persoalan tadi menjadi fenomena yang
biasa dan sah-sah saja, sehingga membuat banyak orang malah berempati terhadap orang-orangan yang terlibat dalam skandal tersebut.
Berbeda dengan permasalahan kedua, kasus poligami Aa Gym. Media dan kebanyakan aktivis gender menganggap
hal itu merupakan suatu tindakan yang merendahkan harkat dan derajat kaum perempuan (tentunya bagi mereka
yang beranggapan bahwa harkat dan derajat manusia ditentukan oleh manusia yang lain). Media beruasaha
membelokkan pemikiran pemirsa TV di Indonesia (Jika sebagian besar rakyat Indonesia beragama Islam, apakah
boleh dikatakan bahwa membelokkan pemikiran permirsa TV di Indonesia sama dengan membelokkan pemikiran
umat Islam ya? silakan dijawab sendiri). Media berusaha melakukan perang pemikiran (istilah santrinya
Ghozwul Fikri) bahwa poligami itu tidak dibenarkan, karena hanya akan merendahkan kaum perempuan. Padahal
di dalam Islam jelas-jelas bahwa poligami itu diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu (ingat hanya
diperbolehkan bukan sunnah).
Dengan bertambahnya sumber informasi maka informasi yang benar-benar shohih justru sulit untuk
didapatkan, ironi memang. Seperti kata dosen saya saat mengajar hari selasa kemarin. Dulu beliau sulit
memperoleh informasi karena keterbatasan sarana informasi, tapi seiring perkembangan teknologi sumber
informasi kian meningkat, namun permasalah tadi malah berubah menjadi bagaimana menyaring informasi yang
shahih dan layak dari berbagai sumber informasi yang tersedia.

Syukuran Wisuda

Hari Sabtu kemarin widyakelana ngadain acara kumpul-kumpul di CC Barat. Cukup banyak yang datang, maklum
ada acara makan gratisnya. Kumpul-kumpul kemarin sebenernya buat acara tasyakuran wisuda anak-anak wika
yang lulus tahun ini, ada tiga orang lulusan yang kemarin ikut berpartisipasi tapi yang hadir cuman dua
orang.
Tapi bukan acara sukuran di atas yang akan saya bahas, tapi saat acara kemarin ternyata ada anak Wika
yang sengaja mengundang alumi angkatan 85. Baru kali ini wika kedatangan tamu spesial. Ada dua orang alumni
wika yang berkenan hadir. Mereka bercerita tentang bagaimana mereke kuliah dulu, suasana kuliah, perjalan
karir dll. Mereka juga banyak cerita tentang bagaimana lulusan ITB harus bersikap dalam dunia kerja, baik saat proses perekrutan, selama bekerja di perusahaan sampai fenomena kutu loncat yang menjadi tren lulusan ITB.

Hal menarik lainnya yang masih hinggap di benak saya, kemarin ada anak yang nanya apa sih sebenarnya arti
widyakelana itu? Pak Agus, alumni 85 yang juga pengurus wika saat itu, berpendapat menurut filosofi jawa
(ROnggowarsito) bahwa orang yang keluar (berkelana) yang nyabrang kali (melintasi sungai)
entah sungai bengawan Solo atau sungai Serayu atau lainya maka akan menjadi orang besar (orang yang berhasil). Atas dasar filosofi jawa itulah kenapa ikatan alumni SMA 1 Solo dinamakan widyakelana. O,,, ternyata widyakelana tidak hanya sekedar nama ada makna filosofis yang terkandung di dalamnya yang sangat dipercaya oleh kebanyakan warga Solo dulu...tapi sekarang masih nggak yah... Kalo menurut saya pribadi sihwalau tidak percaya dengan filosofi itu, tapi ada bagian yang mesti terwujud yaitu pada bagian 'akan menjadi orang besar'.

Jadi terngingat dengan cerita bapak saya, temennya yang berasal dari 'wetan kali' maksudnya sebelah timur
Bengawan Solo pernah diprediksi akan menjadi pemimpin republik tercinta ini,,,weleh-weleh...kok bisa!!!

Friday, April 28, 2006

Visit Geology Museum

Last week, my father send me a message asked me to see my little brother who had a study tour in Bandung. He would visited Geology museum. I have never gone there
since i've at second year senior high school although i've lived in Bandung almost two years so I decided to go to musium Geologi. At 7.30 am I went to
musium geology.
There were many bus along the street in front of the musium. After i checked the bus
police number i knew that they were bus from Solo. Afer bought the ticket i got into
the museum. Nothing special for me in that museum. i've just looking around the room
one by one.
After waiting for a while. I began to find my brother. Among thousands students,in that moment there were three junior high schools visited the museum, too diffucult for me to meet my brother. Finally i met him. After a little conversation i let him looking around in the museum. After one hour they left the museum to continue their tour. I left the museum and went to salman by foot to get breakfast.
After all i realized from Geology to Salman was not a short distance :p.
What a pity huh?

Monday, April 03, 2006

Staying The Night At Darut Tauhid

This weekend i spent my holiday time in Darut Tauhid, as we know, it was the place where Abdullah Gymnastiar lives. It was my first time visit Darut Tauhid. I think it was very exciting moment to go to DT.
After Isya' Aa Gym gove a speech to alomost 3000 moslems that come to DT. He talked about his meet with UK prime minister, Tony Blair. The Islamic issue was the talking point with Tony Blair. In that chance Aa Gym try to clear that islamic don't identical with violance. He described how Islam arises in Indonesia in 7th century was the one of example what a lovely and peacefully islam is. No war and no violance. And what is the effect? We can see until know, islam still exist as a majority in our country.
Next, there are 3 mualaf that declare syahadat. It was my first moment hear the declare of shahadat from mualaf. Then Aa Gym gave some question why they want to be a moslem. Another question was what they thought abour islam before.

Monday, March 20, 2006

Watching Dorama

Last weekend i spent my time to watch a dorama, my friend recomended me to watch this. At first watching the first episode, i interested with the story, therfore i followed the story until the end in 11 episode.
This dorama based on the true story about a girl that struggle againts her incurable disease. Although she known that she has an incurable desease she has never give up to face it, and always tried to do many things to help another people.
A lot of lesson we can take from this story. We, as a healty people, have more chance to do what that girl have done, but have we do it?. The most valuable thing in out life is healthy, but we stil often neglect to take care and thank God for our healthy.
I hope this story will motivate our self to do the best in our short life.

Aam Amiruddin in Salman

This morning after had 2 periods course, i went out to get breakfast. In my way i heard from Salman, there was a sermon. Then i realized It was Aam Amirudin that gove the speech. Immediately i've entered Salman and joined with the other Jamaah.
In his speech Aam gove 5 advice to motivate us to improve our ethos.
1. Systematic
To reach out goal we have to plan it in a systematic method
2. Step by step
Whatever we want to be. We must step by step to reach it. Nothing coming instanly. Out live is a process.
3. Love
We must love our job. To reach our goal, love is important. Without it we always feel bored. He gave an ex : To watch a football match we have to wake up at 3 am. It proved how deep we love football. But how deep out love to Allah? Have we often woke up at 3 am to upright "Tahajud"?
4. Pray
Praying is moslem's gun. Nothing is imposible with praying.
5. Patient & Thank God whatever happened in out life.